jump to navigation

Sekelumit Cerita Tentang Jejak Hidupku: Tentang PKM April 4, 2011

Posted by Wahyu Kresna El Haydar in : kampus, motivation , trackback

oleh: Fatkhul ‘Amali, Asisten Laboratorium Pemodelan dan Simulasi, TI 2007.

Assalaamu’alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh

Di kesempatan yang berbahagia kali ini penulis ingin menceritakan suatu pengalaman yang menarik dan semoga bisa bermanfaat.

Mahasiswa itu adalah siswa yang maha. Maha memiliki arti besar, amat, sangat. Berarti mahasiswa adalah siswa yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari siswa tingkat dibawahnya (baca : SD, SMP, SMA). Kedudukan apa yang dimaksud? Kedudukan untuk merasakan fasilitas pembelajaran tingkat lanjut, karena para mahasiswa menimba ilmu di sekolah / perguruan tinggi. Selain itu mahasiswa biasanya memiliki pemikiran – pemikiran yang lebih (baca : maha) dewasa dibandingkan dengan siswa. Pemikiran – pemikiran yang “dewasa” itu diharapkan mampu untuk mengubah paradigma yang berkembang dalam suatu kelompok untuk membuat kelompok tersebut menjadi terarah. Oleh karena itu mahasiswa disebut sebagai “Agent of Change”. Penyampaian gagasan pemikiran bisa disampaikan secara lisan maupun tulisan. Penyampaian secara lisan banyak dilakukan mahasiswa karena cenderung mudah dan cepat. Namun, penyampaian lisan memiliki beberapa kekurangan, yaitu tidak terdokumentasikannya gagasan yang disampaikan sehingga mudah dilupakan, dan banyak poin penting yang kadang terlupa ketika menyampaikan gagasan secara lisan.

Yang kedua adalah penyampaian gagasan tertulis. Menulis merupakan kegiatan memberdayakan diri untuk menginvestasikan pikiran ke dalam sebuah tulisan. Karena ide dan gagasan baru dapat disampaikan kepada orang lain secara lebih luas melalui tulisan. Melalui tulisan, kita dapat berekspresi bebas tentang apa yang ingin kita sampaikan.

Berawal dari mahasiswa yang merasa jenuh akan aktivitas monoton di kampus (baca: kos, kampus, warung), maka dicarilah kesibukan – kesibukan di luar aktivitas kampus yang bisa mengisi waktu luang sang mahasiswa. Mulai dari mengikuti berbagai macam kepanitiaan, menjadi anggota organisasi berbasis ilmu pengetahuan di lingkungan Universitas, sampai mendaftar sebagai salah satu asisten laboratorium di jurusan TI tercinta ini, hahahaha :p. Setelah mengikuti berbagai macam kegiatan, penulis mendengar info mengenai PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). PKM adalah program yang diluncurkan pemerintah (DIKTI) dalam rangka menggugah kreativitas mahasiswa untuk aktif dalam bidang penelitian, kewirausahaan, pengabdian masyarakat, dan teknologi.

Terdapat 6 bidang dalam PKM yaitu :

  1. PKM Penelitian yang bentuk kegiatannya berupa karya kreatif, inovatif dalam penelitian.
  2. PKM Teknologi yang bentuk kegiatannya berupa karya kreatif, inovatif dalam menciptakan karya teknologi.
  3. PKM Kewirausahaan yang bentuk kegiatannya berupa karya kreatif, inovatif dalam menciptakan peluang usaha.
  4. PKM Pengabdian Masyarakat yang bentuk kegiatannya berupa karya kreatif, inovatif dalam membantu masyarakat.
  5. PKM Artikel Ilmiah yang bentuk kegiatannya berupa karya kreatif, inovatif dalam penulisan karya ilmiah.
  6. PKM Gagasan Tertulis yang bentuk kegiatannya berupa karya kreatif, inovatif dalam penuangan gagasan / ide kreatif.

PKM merupakan semacam lomba karya tulis ilmiah yang sesuai dengan bidang yang akan diteliti. Program ini diadakan satu tahun sekali oleh DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi). Muara dari PKM ini adalah PIMNAS kecuali bidang PKM AI yang bermuara di Jurnal Ilmiah Terakreditasi. PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) merupakan salah satu ajang mahasiswa Diploma dan S1 seluruh Indonesia untuk unjuk gigi karya ilmiahnya di tingkat nasional. Di ajang ini kita bisa bersaing dengan mahasiswa seluruh Indonesia. Untuk bisa mengikuti PIMNAS, harus bersaing dulu dengan puluhan ribu mahasiswa yang ada di seantero jagat Indonesia.

Kembali ke pokok cerita, agaknya informasi mengenai PKM masih jarang terdengar di kampus tercinta kita ini. Terbukti hanya sedikit proposal yang dikirimkan oleh pihak universitas. Penulis sampai kesulitan untuk mendapatkan informasi mengenai PKM. Berbeda sekali dengan PTN terkenal yang seluruh mahasiswanya sangat antusias mengikuti program ini. Selain itu, adanya peran aktif dari dosen untuk sosialisasi PKM dan menjadi dosen pembimbing PKM, menunjang kemajuan PKM di PTN tersebut. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pihak universitas (baca: mahasiswa, dosen, rektor, dan seluruh elemen universitas) untuk lebih menghidupkan kembali gaung PKM.

Saat itu penulis masih duduk di bangku semester 4 (ceileeee, kayak SD aja ada bangkunya). Setelah mencari info sana sini, dan mengikuti presentasi panduan PKM yang diselenggarakan kerjasama organisasi IPTEK yang diikuti penulis saat itu dengan pihak rektorat, dengan membulatkan tekad menggelora, penulis menyusun proposal PKMnya yang pertama. PKM merupakan lomba berkelompok, berarti penulis harus merekrut “agent of change” yang mau diajak bekerjasama. Saat itu penulis membuat dua proposal PKM, yang dua – duanya termasuk bidang PKM Kewirausahaan. Untuk mewujudkan idenya, penulis mengajak teman seperjuangan dari daerah asal yang juga satu jurusan. Sebut saja namanya AKBAR KURNIAWAN dengan NIM 07522232 (wes tak tulis ki dab jenengmu, hehehe). Penulis beserta si Akbar ini membentuk kelompok mahasiswa urakan tapi penuh dengan ide brilian.

Setelah melalui proses penyusunan proposal yang panjang dan melelahkan, tidak lupa dibantu oleh banyak pihak yang membantu dalam penyusunan proposal ini, yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, akhirnya jadi juga 2 buah PKM Kewirausahaan itu. Setelah itu yang kita lakukan adalah berdoa semoga proposalnya disetujui. Setelah menunggu berbulan – bulan, akhirnya pihak rektorat mengumumkan daftar proposal yang disetujui. And the result is… proposal penulis dan si Akbar TIDAK LOLOS. Sesak rasanya mengingat saat itu, apalagi si Akbar yang langsung menangis nggerung – nggerung (tenanan iki). But, life must go on kan? Buat apa bersedih toh kita masih punya kesempatan tahun depan.

Satu tahun kemudian DIKTI kembali mengumumkan lomba PKM. Penulis saat itu kembali membentuk kelompok mahasiswa brilian untuk mengikuti PKM. Teman – teman asisten dari laboratorium penulis ajak untuk sekelompok dengan penulis. Alhamdulillah, di kesempatan kedua ini, penulis berhasil meloloskan salah satu proposal PKMnya berjudul “Furniture Unik Berbahan Limbah Plastik” untuk didanai oleh DIKTI, it means jalan untuk ke PIMNAS semakin terbuka lebar. Kelompok PKM ini diketuai oleh penulis sendiri. Anggotanya siapa lagi kalo bukan teman seperjuangan penulis, anak rantau Akbar Kurniawan. Selain itu ada teman satu laboratorium dengan penulis, putra asli Mbantul, Ramadhan Ikhsan Perdana.

Dari kiri ke kanan: mash Ramadhan Ikhsan, mash Akbar Kurniawan, dan Penulis)

Kedepan, program akan didanai dan dijalankan untuk selanjutnya dimonitoring sejauh mana pelaksana program dilaksanakan. Hasilnya digunakan sebagai masukan apakah layak untuk masuk PIMNAS atau tidak. Believe in Your Dream, bangunlah dan wujudkan mimpimu! Allah berfirman

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS 13:11).

So, yang bisa kita lakukan adalah berusaha dan berdoa semoga Allah menyetujui proposal doa kita.

Cause Your Dream Depends On Your Efforts =))

Demikianlah sekilas pengalaman kami mengikuti PKM, saran dari mash Akbar kepada temen-temen yang lain terutama kepada adek-adek angktaan, supaya lebih aktif dan kreatif lagi dalam berkarya. Berbuatlah sesuatu yang kecil tapi bermanfaat untuk orang lain dan menjadi kebanggan setiap orang. Sampaikanlah kebaikan meski hanya setitik, mari berfastabiqul khairat J)

Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh.

Comments»