jump to navigation

Tidak cukup kerja keras! April 1, 2011

Posted by Wahyu Kresna El Haydar in : curcols, islam, kampus, motivation , trackback

mari kita awali dengan bacaan ‘basmallah’. Bismillah… semoga Allah melimpahkan kemudahan bagi semuanya untuk bisa mencerna tulisan yang singkat ini.

SKRIPSI – KERJA – NIKAH

bekerja, sudah tidak asing lagi di telinga kita, bagi mahasiswa tingkat akhir. Sungguh Tuhan bersama mahasiswa tingkat akhir, lalu, kalau mahasiswa tingkat awal gimana? Ya tetap saja, kaidahnya: Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. kalau mahasiswa tingkat awal banyak bersabar, insyaAllah Allah bersama orang-orang yang sabar. Bedanya, mahasiswa tingkat akhir (sebagian besar) akan banyak berdoa, bersyukur, meminta, memohon dan berkeluh kesah. Meminta agar dimudahkan dalam menjalankan skripsi, minimal proposalnya bisa diterima dahulu, kalau sudah diterima? lanjut SKRIPSI-NIKAH-KERJA. Atau bisa juga SKRIPSI-KERJA-NIKAH, ada juga sebagian kecil yang NIKAH-SKRIPSI-KERJA. tapi tentunya dengan catatan, SKRIPSI selesai, PENDADARAN, LULUS, dan WISUDA, syukur-syukur ada pendamping WISUDA. Amin. :mrgreen:

http://25.media.tumblr.com/tumblr_lhpt45UI4D1qzcwq3o1_400.jpg

Sekarang kita cermati pola diatas, tujuan mahasiswa kuliah sebenarnya hanya ada dua. mencari NILAI dan mencari ILMU. Keduanya sama-sama penting. Namun ada juga outlier dari obyek penelitian yang menjadikan tujuan kuliah sebagai mencari JODOH (doh) -.-‘a

Intinya BEKERJA

Nilai dapat, ILMU juga dapat, Alhamdulillah. Kalau ada salah satunya saja yang dapat tentunya juga Alhamdulillah, yang penting jangan sampai keduanya tidak ada yang dapat. Keduanya itu penting, Nilai tanpa ilmu bagaikan sayur tanpa garam, hambar. Begitu juga dengan Ilmu tanpa nilai, bagaimana kita bisa mengatakan seseorang itu berilmu, jikalau nilainya saja masih banyak yang ‘bulan sabit’ (baca: C) :mrgreen:

http://www.macfamous.com/wp-content/uploads/2011/03/wisuda-elins-ugm-2011.jpg

Intinya bekerja, iya bukan? IYA. Setelah lulus, sebagai lulusan Mahasiswa Teknik Industri UII (cieeee…) ada dua pilihan yang jelas akan kita jalani, Membuat Sistem Sendiri atau Mengikuti Sistem yang Ada. Berwirausaha atau Menjadi Pegawai, itu adalah pilihan, dan semua pada intinya bekerja untuk mendapat uang yang bisa digunakan untuk infak, membebaskan budak, shadaqah, dan sebagai nafkah untuk keluarga.

Antara satu dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu gunakan untuk membebaskan budak, satu dinar yang kamu sedekahkan untuk orang-orang miskin, dan satu dinar yang kamu nafkahkan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang kamu nafkahkan untuk keluargamu. (HR. Muslim)

Uang memang penting, namun tidak semua hal yang penting itu bisa dibeli dengan uang. Catat!

Bekerja Cerdas, Think Smart

Mahasiswa itu tidak hanya berfikir, namun juga berkontribusi. Contoh berfikir banyak sekali, bisa melalui organisasi yang responsif terhadap perubahan, adaptif dengan penetapan, dan peduli terhadap kemanusiaan. Disini, kita sama-sama belajar. Kata kunci yang wajib-harus-wajib-diketahui oleh seorang Teknik Industri ialah EFEKTIF dan EFISIEN. Kalau boleh saya simpulkan, singkat kata Think Smart.

Tidak cukup kerja keras tapi juga kerja yang cerdas. -Mario Teguh.

tidak cukup kerja keras tetapi juga kerja cerdas, jangan lupa berdoa.

Work Hard, Pray Hard, Play Harder.. :mrgreen:

semoga tulisan bahasa inggris saya benar. amin. Ubahlah mindset kita mulai dari sekarang. Kita harus-dan-pasti-bisa menjadi orang yang Bekerja Cerdas. Cerdas dalam menyelesaikan segala pekerjaannya. Cerdas memilih orang yang cerdas untuk melakukan pekerjaan yang kita inginkan, batasannya ialah masih dalam koridor positif. Salam Think Smart. 😀

PS: Anak-anak Himpunan Mahasiswa Teknik Industri tentunya paham benar apa arti Think Smart yang sering saya ajarkan kepada mereka selama satu-tahun bersama mereka. Anak-anak HM itu bersih. (evilsmirk)

salam,

Comments»